Home » Posts filed under Potret
Melihat HIV dan AIDS Dari Kacamata Blogger
| illustrasi |
HIDUP SEHAT merupakan dambaan setiap manusia diseluruh penjuru dunia. Tidak satu orangpun yang enggan memiliki kondisi yang sehat, karena dengan tubuh yang sehat hidup pun akan lebih nikmat. Selain itu, berbicara tentang kesehatan, menarik untuk menggaris bawahi pernyataan Mboi tentang bagaimana pemerintah merealisasikan komitmen menyediakan layanan kesehatan yang bermutu. Saat ini seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah sedang serius menyiapkan pelaksanaan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Yang bahwa, SJSN di bidang kesehatan akan mulai diberlakukan tahun 2014, dan inilah yang dianggap sebagai jalan mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta.
Terlepas dari program pemerintah tentang UU SJSN dan UU BPJS tersebut,
sebagai masyarakat kita perlu mengetahui persoalan-persoalan yang menyangkut ancaman
kesehatan dan apasaja yang menjadi factor pendukung serta bagaimana solusi
terhadap masalah kesehatan khususnya.
Berdasarkan tema yang diangkat dalam kontes menulis ini yang bahwa “Blog Sebagai Media Informasi HIV dan AIDS” tentunya
akan lebih memperingkas pembahasan kita menyangkut dengan kesehatan. Sebagai media
informasi, blog memang mempunyai pengaruh yang luar biasa dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media
pembelajaran yang cukup efektif sebagai madrasah bagi kita di era digital
sekarang ini.
HIV dan AIDS merupakan penyakit mematikan
yang banyak dialami masyarakat kita khususnya bagi dunia remaja. Berdasarkan
hasil survey, di Kota Ambon terhitung Januari-Agustus 2012 mencapai 62 pengidap
baru HIV/AIDS dari yang meninggal sampai dengan sekarang berjumlah 422 orang. (siwalimanews.com,
07/09/2012).
Penyebaran HIV terutama
pada kaum muda telah mencapai trend yang mengkhawatirkan. Anak muda berumur
15-24 tahun adalah kelompok paling rentan terhadap HIV. Berdasarkan laporan
Kementerian Kesehatan di Indonesia pada tahun 2009, jumlah orang yang
terinfeksi HIV berkisar 314.500 orang dengan rata-rata usia 15-49 tahun.
Menurut laporan UNAIDS tahun 2008, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia
dengan penularan yang paling cepat.
Selain itu, sangat banyak kita melihat
aktivitas sekarang ini yang akhirnya mengerucut pada penyakit mematikan
tersebut. Sebagai contoh dapat kita lihat maraknya pergaulan bebas bagi putra putri
kita, bebasnya dalam mengakses segala informasi baik visual maunpun non-visual
serta lokalisasi yang terkesan dilegalkan ditengah-tengah masyarakat kita. Selain
itu, jejaring sosial juga sangat berpotensi kearah yang demikian apabila
disalahgunakan dan bahkan tidak sedikit pula para blogger menyajikan
konten-konten fulgar hanya untuk memikat para pengunjung situs-situs mereka. Hal
ini dapat menjadi referensi sekaligus pembelajaran bagi kita dikemudian hari
dalam berupaya menanggulangi penyakit berbahaya tersebut.
Blog sebagai
media informasi
Sebagian besar penduduk di Indonesia
merupakan pengguna internet baik itu sekedar facebookan, twitteran, blogging
atau hanya sekedar membaca berita namun yang pasti hal itu tidak jarang
dilakukan. Intinya, setiap postingan yang dilakukan besar kemungkinan akan
dibaca oleh ribuan pengguna internet diseluruh Indonesia. Jadi akan sangat
berguna jika mempublish tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS, penyebab penularannya,
serta cara-cara pencegahan yang harus dilakukan. Dunia ngeblog merupakan lahan
produktif dalam berdakwah menyeru pada kebaikan, sebagai media pembelajaran dan
sekaligus juga dapat menjadi sarana perusak moral masyarakat apabila disalahgunakan.
Perspektif Agama
Menurut pandangan agama, tentunya agama
Islam yang menjadi rujukan dalam pembahasan ini. Karena penduduk Indonesia
mayoritasnya beragama Islam, maka Islamlah yang pantas menjadi pijakan yang
benar. Sebelumnya perlu kita pahami bahwa penyakit HIV/AIDS timbul dari
penyimpangan perilaku seksual. Singkatnya, penyakit ini muncul karena perbuatan
zina yang merajalela ditengah masyarakat. Ditambah ketiadaannya sanksi yang
bisa menghentikan perbuatan tersebut serta dampak-dampak lain yang merupakan
ikutannya. Dalam Islam sangat menutup segala peluang-peluang yang mengakibatkan
munculnya kebebasan seksual yang berbahaya. Untuk itu, dalam Islam melarang
pria dan wanita berinteraksi secara bebas kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan
oleh syari’I. Diwajibkan pula untuk menutup aurat dan berhias-hias diruang public
yang memungkinkan munculnya hajat seksual. Sebagaimana Allah SWT berfirman
dalam Surah Al-Isra’ [17]:32 yang bahwa : “Janganlah kalian mendekati perzinaan, karena sesungguhnya perzinaan
itu merupakan perbuatan yang keji, dan cara yang buruk (untuk memenuhi naluri
seks).”
Islam bukan hanya mengharamkan
perzinaan, namun semua jalan yang menuju pada perbuatan zina pun diharamkan. Hal
ini juga sesuai dengan sabda Nabi saw. “Hendaknya salah seorang di antara kalian tidak berdua-duaan dengan
seorang wanita, tanpa disertai mahram, karena pihak yang ketiga adalah setan.” (HR
Ahmad dan an-Nasa’i).
Dalam hal ini, Islam sangat menegaskan dengan aturan dan larangan-larangan
yang dapat menjerumuskan umat pada perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT. Karena
ketika urusan seks dibebaskan kepada setiap individu untuk memenuhinya, maka pada
akhirnya akan menjadi problem sosial yang melibatkan seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, dalam pemenuhan seksual Islam telah memberikan
seperangkat aturan mengenai hubungan seks yang dihalalkan. Di luar yang
diperbolehkan, hubungan seks dikatagorikan sebagai perbuatan zina yang
diharamkan. Kepada pelakunya tidak hanya diancam siksa neraka. namun juga
hukuman amat berat di dunia. Bagi mereka yang belum pernah menikah, harus
dicambuk seratus kali dihadapan khalayak. Khalifah pun berhak menambah hukuman
itu dengan pengasingan selama setahun. Sementara bagi yang sudah pernah menikah
harus dirajam dengan batu hingga mati.
Budaya
Semakin maraknya budaya
luar diadopsi oleh masyarakat Indonesia khususnya para remaja, akan semakin
besar kemungkinan terjadinya pergaulan bebas yang jelas-jelas tidak islami. Sehingga
kemungkinan terjadinya seks bebas pun kian merajalela. Bukan mustahil ketika
masyarakat mulai melupakan budaya daerah akan berdampak pada kerusakan moral
generasi bangsa.
Solusi
Senyatanya program dan
kebijakan penanggulangan HIV/AIDS sudah dilaksanakan oleh menteri-menteri
sebelumnya. Bahkan untuk mensosialiasikan kondom telah dikeluarkan kebijakan
untuk pengadaan ATM kondom Akan tetapi, kebijakan-kebijakan tersebut bukan
menghentikan laju angka pengidap HIV/AIDS Artinya kebijakan tersebut, terbukti
telah gagal. Jika terbukti telah gagal dan mengulangi kegagalan, maka lebih tepat jika diibaratkan serupa keledai yang pernah jatuh di sebuah lubang, dan keledai tersebut ingin mengulanginya. Itulah keledai bodoh.
Selain itu, memberikan kemudahan akses bagi remaja untuk mendapatkan kondom sama halnya dengan melegalkan seks bebas. Akhirnya, kampanye kondom akan semakin meningkatkan pergaulan seks bebas. Tentunya ini bukan merupakan solusi atas permasalahan yang terjadi.
Oleh karena itu, satu-satunya solusi dan harapan untuk menyelesaikan persoalan HIV/AIDS adalah Islam dengan menerapkan Syariat Islam secara kaffah akan sangat bisa dipastikan permasalahan tersebut akan sirna dari permukaan bumi Allah ini karena Islam tidak pernah memberikan peluang sedikit pun terhadap aktivitas yang menjurus pada kemaksiatan apalagi terhadap penyakit yang mematikan yaitu HIV/AIDS.
Selain itu, diharapkan kepada para blogger untuk benar-benar menggunakan blog sebagai media informasi yang tepat dan mendidik. Menyayikan informasi tentang bahayanya HIV/AIDS erta informasi-informasi positif lainnya yang benar-benar mengarah pada pembangunan pola pikir masyarakat yang intelektual dan islami.
CURANMOR di Kota Langsa
"Bang jangan dipukul dulu" ungkap tersangka saat dirangkul di TKP.
Kembali terjadi pencurian Sepmor di Kota Langsa
Seorang remaja yang melakukan aksi pencurian Sepeda Motor berhasil ditangkap oleh warga di depan RS Cut Nyak Dhien sekitar 16.20 Sabtu, (5/05) Dini hari. Saat ini tersangka sudah diamankan di Polsek.
NASIBMU WAHAI MAHASISWA
Jelek, panas, bising lagi. Itulah kondisi salah satu ruangan fakultas hukum di Universitas Samudra Langsa. Kadang kala sebagian mahasiswa yang menempati ruangan tersebut merasa seperti dianak tirikan dengan kondisi yang seperti ini. Padahal menurut mereka kewajiban sama dengan yang lain, tapi kenapa penempatannya beda? Sebenarnya apa yang membuat beda? Ataukah hanya sementara, sambil menunggu ada penambahan gedung, tapi sampai kapan? Yang jelas kami merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ruangan yang seperti ini. Sudah kondisinya panas, ditambah lagi dengan suara kereta yang berlalu lalang, bahkan sebagiannya berjalan didepan ruangan kami dan juga parkir disitu. Bukankah tempat parkir sudah disediakan walaupun hanya sebatas garis. “Dimana perhatian pihak kampus untuk kenyaman proses perkuliahan? Menurut saya sih hal ini terjadi bukan karena ketidak tahuan, akan tetapi karena pembiaran dengan asumsinya ”ah kan cuma sementara”. Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut merasakan kondisi tersebut.
Nah.... untuk memperkuat ungkapan diatas, mari kita simak hasil wawancara dua orang mahasiswa yang juga ikut menempati ruangan tersebut. ( inisial A dan B)
1. Apakah anda, aktivitas belajar anda merasa terganggu dengan kondisi ruangan dan kebisingan seperti ini?
A: Saya merasa sangat terganggu dengan dengan kondisi yang seperti ini, terutama sekali kebisingan dari suara kereta sebagian mahasiswa yang berlalu lalang dan bahkan ada yang parkir lagi didepan ruangan
B : Hanya orang tuli yang tidak merasa terganggu dengan suara kerata yang begitu dekat! Apalagi kalau mereka lewat dan parkir didepan ruangan tambah buyar konsentrasinya
2. Apa saja gangguan yang anda rasakan?
A : kalau gangguannya sih ada beberapa hal juga, contohnya ruangan papan seperti ini, gak semangat banget tahu gak belajarnya sudah panas, kursi kayu, dah tu kalau diruangan sebelah lagi belajar atau ribut kedengarannya sampai ke ruangan lain.
B : Ya sama seperti teman-teman yang lain, saya juga merasa terganggu contohnya saja waktu lagi quis kemaren tu, hilang konsentrasi saya karena ada sebagian mahasiswa dengan sepeda motornya lewat dan parkir didepan ruangan. Sebenarnya itu kan bukan untuk lintasan kereta, tapi ya mau bagaimana lagi gak ada yang larang.
3. Bagaimana reaksi dosen anda saat mengajar?
A : Kebetulan kemarin tu saat mengikuti perkuliahan dengan dosen seorang perempuan. Suara beliau biasanya santai dan agak pelan dan mahasiswa yang sedang memperhatikan penjelasan pun terlihat serius. Namun ketika muncul suara bising dua sepeda motor melintas yang didepan ruangan dosen tersebut terpaksa menerangkan materi dengan volume yang lebih dari biasanya dan mahasiswa pun terlihat asyik tolah toleh mencari dari mana asal suara itu.
B : kalau saya yang melihat sih sebagian dosen tidak memberikan komentar apa-apa tapi bisa kita lihat dari raut wajah mereka sebenarnya mereka sangat terganggu dengan suara sepeda motor tersebut
4. Menyangkut hal ini, apa yang anda harapkan?
A : kala harapan sih, kita berharap supaya pihak kampus menertipkannya, wong tempat parkir kan sudah disediakan
B : kalau saya ikut saja, karena itu kan untuk kenyamatan kita juga. Tapi kalau boleh saya kasih tanggapan kenapa sebagian mahasiswa melintas dan parkir disini, ya karena tempat parkir yang disediakan itu sangat tidak layak, kenapa? Karena yang disediakan hanya sebatas garis doang, lantas bagaimana kalau cuaca panas dan hujan, saya rasa tidak ada seorangpun yang mau menjemur dan memandikan sepeda motor mereka. Oleh karena itu sebagian mahasisa mencari tempat yang lebih kondusif. Tapi sayank, sasaran mereka adalah teras ruangan.
Dari hasil waancara terhadap kedua orang yang dijadikan sampel untuk persoalan ini dapat kita lihat sebenarnya akar permasalahannya adalah difasilitas dan perhatian pihak kampus yang masih kurang
Nah, disisi lain, jika mau menoleh kebelakang maka dapat dijumpai sebuah fakta yang sedikit menggelitik, yakni fakta mengenai kualitas proses belajar mengajar yang diadakan dikampus ini, bagi sekelompok orang dirasa kurang apabila dibandingkan dengan kampus-kampus di kota yang lain, konon lagi ini merupakan satu-satu universitas di Kota Langsa.
Jika hal -hal yang mengganggu kelancaran dan kenyamanan proses perkuliahan kurang mendapatkan perhatian yang cukup bahkan terkesan diabaikan bagaimana kita bisa dengan cepat menyusul ketertinggalan kita dengan kampus-kampus yang lain.......? (Musryadanta)
Kisah CPNS dan Gelandangan Luar Negeri
“Kenapa namamu Nuraini Gaddafi ?”
“Gaddafi itu nama Ayahku, Nuraini itu nama anggota dewan”
“Masa ? “
“Katanya biar sama seperti anggota dewan perempuan di tempat Ayah bekerja”
“Memangnya dia istimewa ?”
“Menurut Ayah, sih begitu. Dulu, Ayah sering mengajakku main ke kantor DPR saat hari minggu. Saya sudah akrab dengan ruang sidang sejak umur 9 tahun”
“Oh ya ?”
“Saya tahu nyamannya duduk di kursi orang2 itu…lebih empuk dari kasurku”
“Masa’ sih ?”
“Makanannya juga….saya sering mendapat sisa-sisanya”
“…..”
“Saya sering semobil dengan banyak politikus”
“Bohong”
“Saya duduk di tumpukan barang di belakang, kudengar mereka bicara tentang peninjauan dan jalan-jalan”
“Kok bisa ?”
“Kan Ayah yang menyupir mereka”
“Oooo….”
“Jika mendengar kata peninjauan….saya tahu saya akan rindu melihat ayah beberapa hari kedepan”
“Tapi kalau pulang, dia bawa banyak ole2, kan “
“Iya…ole-ole cerita yang paling banyak”
“Oh ya ?”
“Ayah tidak pernah membeli komik untuk saya, cuma koran bekas baca, surat tugas, dan buku undang-undang”
“Itu tidak cocok untuk umurmu saat itu”
“Entahlah…yang kutahu Ayah menggunakan benda-benda itu untuk mengetes kemampuan membacaku”
“Jadi kau baca ?”
“Ayah paling senang melihat saya membaca dan mendeklamasikan sebuah tulisan. Mungkin baginya terlihat seperti televisi atau radio…hahaha”
“Aih, pantas kau cerewet begitu”
“Tidak juga….saya kalau marah, bisa diam walaupun ada gempa”
“Kau, ada-ada saja”
* * * * *
“Ayahmu PNS, kan ?”
“Iya”
“Kenapa kamu tidak ikuti jejaknya ?”
“Maksudmu mengulangi penderitaannya ?”
“Maksudnya ?”
“Gaji kecil sampai utang kredit baru lunas setelah 23 tahun”
“Deeeh… na hitung”
“Kan Ayah saya terangkat PNS setelah saya lahir”
“Kamu membawa keberuntungan artinya”
“Saya pikir bukan sekedar keberuntungan. Sebelumnya Ayah saya mengabdi dulu lalu terangkat honorer…baru kemudian dipinjami sederetan angka yang disebut NIP”
“Wuah…lama juga yah. Ayahmu golongan berapa”
“Golongan 2 C , hampir pensiun, dan umurku sekarang 25 tahun ”
“25 tahun masih golongan 2 C ???!!”
“Ayah saya kan tidak pernah mengajukan ijin belajar, tidak pernah ikut penataran, tidak ikut study tour ke luar negeri”
“ Tapi masa baktinya kan lama”
“Saya lupa…Ayah saya tidak suka mengemis dan tidak pandai cari muka”
* * * * *
“Simpan-simpan mi itu uangmu , untuk daftar PNS”
“Saya kira gratis ji orang ikut ujian CPNS ?”
“Bukan, mksudnya untuk lebih mempermudah”
“Mempermudah bagaimana ?”
“Kolusi maksudnya”
“Kalau tidak begitu, memangnya tidak bisa jadi PNS selamanya ?”
“Kenyataannya kan begitu. Yang punya yang berkuasa”
“Beberap teman saya yang lulus PNS, katanya tidak ada kolusinya”
“Itukan katanya, tapi pasti ada nepotismenya, atau sebelumnya nyaris kadaluarsa mengabdi sebagai tenaga sukarela”
“Hehehe..jadi rumusnya begitu ?”
“Kalau dilihatlihat mmg kaya’nya mesti begitu. Kau harus di-support seseorang dari dalam”
“Saya percaya sama teman-teman yang katanya lulus murni tanpa rumus-rumus itu“
“Itu mungkin satu di antara seribu”
“….ya sudah. Sy tidak usah jadi PNS saja kalau begitu”
“Kamu kan punya uang”
“Mending saya belikan kwaci itu semua uangku dari pada terlibat sogok menyogok kaya’ begitu“
“Tidak pake’ idealisme mi orang sekarang, bu. Orang pintar tidak laku sekarang, yang juara itu yg licik”
“Begitu, yah ?”
“Begitulah kira-kira”
“Demi sederet angka NIP itu, kita mesti pake rumus2 ajaib itu ?”
“Itu kalau kau mau”
“Hahahaha”
“Kenapa ketawa ?”
“Entahlah….rasanya lucu saja”
* * * * *
“Lunakkan sedikit idealismemu, daftarlah ujian CPNS”
“Untuk sekarang, sepertinya masih trauma”
“Kenapa ?”
“Lima kali patah hati soalnya”
“Hahaha…”
“Seandainya saya laki-laki, dan CPNS itu sejenis perempuan….sudah kubawa kabur dia”
“Sambaranna ini ee”
“Habis…jual mahal sekali bela. Heran saya”
“Kenapa bisa ?”
“Saya tidak tahu, apa soalnya yang terlalu sulit atau otakku memang ongol…nda’ pernah tembus”
“Ah, itu kan soal keberuntungan juga”
“Mmm…artinya selain ongol, saya juga tidak beruntung”
“Hahaha….kau di’ “
* * * * *
“Berapa gajimu sekarang ?”
“Lumayan, kalau buat beli kwaci,,,bisalah untuk tujuh turunan”
“Hehehe…serius inie”
“Saya juga tidak sepenuhnya bercanda”
“Kau betah jauh dari keluarga rupanya “
“Daripada mereka melihat saya menderita menjadi tenaga sukarela, seperti ini mungkin lebih baik “
“Menurutku kau sudah jauh cukup lama. Kapan kau pulang ?”
“Saya baru saja pulang liburan”
“Maksudku pulang ke Indonesia dan menetap selamanya”
“Pulang selalu menjadi rencana….tapi kalau menetap disana selamanya…aih, belum kepikiran”
“Kenapa ? Ah, nasionalisme mu mulai payah”
“Eh, siapa bilang ? Saya bisa menghajar satu orang Malingsia di depan GOR Mattoanging kalau kau mau”
“Tapi kau sepertinya tak berminat tinggal negeri sendiri”
“Kadang-kadang…jika rindu kita pelihara, cinta tetap terjaga. Kalau saya menetap disana, saya takut rinduku berubah kecewa”
“Karena pertarungan CPNS lagi ?”
“Itu salah satunya. Sepertinya gaung PNS masih yang terindah di mata masyarakat kita. Saya belum siap kembali dianggap sebagai orang kalah”
“Kau pasti mau bilang bahwa kau lebih memilih jadi gelandangan di luar negeri sana ?”
“Mmmm….iya”
“Huuuu…sok keren muuu “
“Hahahaha…”
Gizan,…..catatan sebelum mimpi
Selamat tidur , gelandangan ^_^
sumber :www.lifestyle.kompasiana.com
“Gaddafi itu nama Ayahku, Nuraini itu nama anggota dewan”
“Masa ? “
“Katanya biar sama seperti anggota dewan perempuan di tempat Ayah bekerja”
“Memangnya dia istimewa ?”
“Menurut Ayah, sih begitu. Dulu, Ayah sering mengajakku main ke kantor DPR saat hari minggu. Saya sudah akrab dengan ruang sidang sejak umur 9 tahun”
“Oh ya ?”
“Saya tahu nyamannya duduk di kursi orang2 itu…lebih empuk dari kasurku”
“Masa’ sih ?”
“Makanannya juga….saya sering mendapat sisa-sisanya”
“…..”
“Saya sering semobil dengan banyak politikus”
“Bohong”
“Saya duduk di tumpukan barang di belakang, kudengar mereka bicara tentang peninjauan dan jalan-jalan”
“Kok bisa ?”
“Kan Ayah yang menyupir mereka”
“Oooo….”
“Jika mendengar kata peninjauan….saya tahu saya akan rindu melihat ayah beberapa hari kedepan”
“Tapi kalau pulang, dia bawa banyak ole2, kan “
“Iya…ole-ole cerita yang paling banyak”
“Oh ya ?”
“Ayah tidak pernah membeli komik untuk saya, cuma koran bekas baca, surat tugas, dan buku undang-undang”
“Itu tidak cocok untuk umurmu saat itu”
“Entahlah…yang kutahu Ayah menggunakan benda-benda itu untuk mengetes kemampuan membacaku”
“Jadi kau baca ?”
“Ayah paling senang melihat saya membaca dan mendeklamasikan sebuah tulisan. Mungkin baginya terlihat seperti televisi atau radio…hahaha”
“Aih, pantas kau cerewet begitu”
“Tidak juga….saya kalau marah, bisa diam walaupun ada gempa”
“Kau, ada-ada saja”
* * * * *
“Ayahmu PNS, kan ?”
“Iya”
“Kenapa kamu tidak ikuti jejaknya ?”
“Maksudmu mengulangi penderitaannya ?”
“Maksudnya ?”
“Gaji kecil sampai utang kredit baru lunas setelah 23 tahun”
“Deeeh… na hitung”
“Kan Ayah saya terangkat PNS setelah saya lahir”
“Kamu membawa keberuntungan artinya”
“Saya pikir bukan sekedar keberuntungan. Sebelumnya Ayah saya mengabdi dulu lalu terangkat honorer…baru kemudian dipinjami sederetan angka yang disebut NIP”
“Wuah…lama juga yah. Ayahmu golongan berapa”
“Golongan 2 C , hampir pensiun, dan umurku sekarang 25 tahun ”
“25 tahun masih golongan 2 C ???!!”
“Ayah saya kan tidak pernah mengajukan ijin belajar, tidak pernah ikut penataran, tidak ikut study tour ke luar negeri”
“ Tapi masa baktinya kan lama”
“Saya lupa…Ayah saya tidak suka mengemis dan tidak pandai cari muka”
* * * * *
“Simpan-simpan mi itu uangmu , untuk daftar PNS”
“Saya kira gratis ji orang ikut ujian CPNS ?”
“Bukan, mksudnya untuk lebih mempermudah”
“Mempermudah bagaimana ?”
“Kolusi maksudnya”
“Kalau tidak begitu, memangnya tidak bisa jadi PNS selamanya ?”
“Kenyataannya kan begitu. Yang punya yang berkuasa”
“Beberap teman saya yang lulus PNS, katanya tidak ada kolusinya”
“Itukan katanya, tapi pasti ada nepotismenya, atau sebelumnya nyaris kadaluarsa mengabdi sebagai tenaga sukarela”
“Hehehe..jadi rumusnya begitu ?”
“Kalau dilihatlihat mmg kaya’nya mesti begitu. Kau harus di-support seseorang dari dalam”
“Saya percaya sama teman-teman yang katanya lulus murni tanpa rumus-rumus itu“
“Itu mungkin satu di antara seribu”
“….ya sudah. Sy tidak usah jadi PNS saja kalau begitu”
“Kamu kan punya uang”
“Mending saya belikan kwaci itu semua uangku dari pada terlibat sogok menyogok kaya’ begitu“
“Tidak pake’ idealisme mi orang sekarang, bu. Orang pintar tidak laku sekarang, yang juara itu yg licik”
“Begitu, yah ?”
“Begitulah kira-kira”
“Demi sederet angka NIP itu, kita mesti pake rumus2 ajaib itu ?”
“Itu kalau kau mau”
“Hahahaha”
“Kenapa ketawa ?”
“Entahlah….rasanya lucu saja”
* * * * *
“Lunakkan sedikit idealismemu, daftarlah ujian CPNS”
“Untuk sekarang, sepertinya masih trauma”
“Kenapa ?”
“Lima kali patah hati soalnya”
“Hahaha…”
“Seandainya saya laki-laki, dan CPNS itu sejenis perempuan….sudah kubawa kabur dia”
“Sambaranna ini ee”
“Habis…jual mahal sekali bela. Heran saya”
“Kenapa bisa ?”
“Saya tidak tahu, apa soalnya yang terlalu sulit atau otakku memang ongol…nda’ pernah tembus”
“Ah, itu kan soal keberuntungan juga”
“Mmm…artinya selain ongol, saya juga tidak beruntung”
“Hahaha….kau di’ “
* * * * *
“Berapa gajimu sekarang ?”
“Lumayan, kalau buat beli kwaci,,,bisalah untuk tujuh turunan”
“Hehehe…serius inie”
“Saya juga tidak sepenuhnya bercanda”
“Kau betah jauh dari keluarga rupanya “
“Daripada mereka melihat saya menderita menjadi tenaga sukarela, seperti ini mungkin lebih baik “
“Menurutku kau sudah jauh cukup lama. Kapan kau pulang ?”
“Saya baru saja pulang liburan”
“Maksudku pulang ke Indonesia dan menetap selamanya”
“Pulang selalu menjadi rencana….tapi kalau menetap disana selamanya…aih, belum kepikiran”
“Kenapa ? Ah, nasionalisme mu mulai payah”
“Eh, siapa bilang ? Saya bisa menghajar satu orang Malingsia di depan GOR Mattoanging kalau kau mau”
“Tapi kau sepertinya tak berminat tinggal negeri sendiri”
“Kadang-kadang…jika rindu kita pelihara, cinta tetap terjaga. Kalau saya menetap disana, saya takut rinduku berubah kecewa”
“Karena pertarungan CPNS lagi ?”
“Itu salah satunya. Sepertinya gaung PNS masih yang terindah di mata masyarakat kita. Saya belum siap kembali dianggap sebagai orang kalah”
“Kau pasti mau bilang bahwa kau lebih memilih jadi gelandangan di luar negeri sana ?”
“Mmmm….iya”
“Huuuu…sok keren muuu “
“Hahahaha…”
Gizan,…..catatan sebelum mimpi
Selamat tidur , gelandangan ^_^
sumber :www.lifestyle.kompasiana.com
SBY Dituding Melukai Hati Warga Papua
JAKARTA - Markus Haluk Sekjen Dewan pimpinan pusat Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia menilai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak ada pelanggaran HAM serius di Indonesia selama periode kepemimpinannya sebagai kepala negara sudah melukai warga Papua.
Menurut aktivis HAM asal Papua ini, mengungkapkan bahwa pernyataan SBY merupakan sebuah kebohongan. “Pernyataan itu sudah melukai hati warga Papua, yang banyak merasakan intimidasi dan penganiayaan, “ kata Markus di sekretariat KontraS, Jakarta, Sabtu (22/1/2011).
Menurut aktivis HAM asal Papua ini, mengungkapkan bahwa pernyataan SBY merupakan sebuah kebohongan. “Pernyataan itu sudah melukai hati warga Papua, yang banyak merasakan intimidasi dan penganiayaan, “ kata Markus di sekretariat KontraS, Jakarta, Sabtu (22/1/2011).
Popular Posts
-
MP3 Muslim Entreprener Forum 2012 MEF Ust Heru Binawan [Sambutan DPP HTI] [2 MB] MEF Talk Show Bpk Iskandar Zulkarnain [5 MB] MEF Bala...
-
(Minaut = Pemecahan Persoalan dan Pengambilan Keputusan) Pengantar Dalam menjalankan tugasnya sehari...
-
Oleh : Musryadanta Inilah fakta yang terlihat di kotaku tercinta, dimana pengemis dan anak telantar seolah-olah dilegalkan oleh pemeri...
Recent
Connect with Facebook
Sponsors
Search
Categories
Analisis
Artikel
Berita
Budaya
Catatan Facebook
CCTV
Daerah
download Materi
Gambar Unik
Hot News
Ideologis
Intelektual
IP Camera
Kegiatan
LOWONGAN
Makalah
Monitoring Rumah
MP3
Online Monitoring
Pendidikan
Pengumuman
Photo Unik
Politik Hukum
Potret
Presentasi
Religi
Retorika
rohingya
Sastra
Sosok
teknologi
Tips dan Trik
Tutorial Photoshop
Video



